Kamis, 30 Agustus 2012

setelah berbulan-bulan pergi,,akhirnya saya kembali lagi,,,

Rabu, 18 Mei 2011

Naif dan Peduli Lingkungan

Lagunya Naif ini rilis pada tahun 2007,menurut gue nih lagu bercerita tentang ironi masalah lingkungan sekarang ini,dan juga penggambaran Efek Global Warming yang dikemas menarik dalam video klip lagu ini, meskipun Naif kadang membawakan lagu kocak tapi di Lagu ini mereka juga membuktikan bahwa mereka juga Peduli terhadap kerusakan Lingkungan.hmmmm dengerin lagunya dan mulailah kalian peduli pada Bumi kita yang sudah Tua ini,,

nih videonya


NAIF - Dia adalah pusaka sejuta umat manusia yang ada di seluruh dunia

Manusia berkembang menurut
perkembangan jaman yang ada
Tengoklah kiri dan kanan sudah
banyak gedung yang tinggi menjulang
Pohon-pohon yang dulu hijau kini
telah berubah menjadi batu
Kurasa manusia kini tak pernah
peduli lagi dengan alamnya

Dia... Adalah pusaka sejuta umat
manusia yang ada di seluruh dunia

Langit biru cerah tak mungkin
lagi terlihat bersih dan ceria
Pelangi yang berwarna-warni
warnanya semakin tak menentu
Bunga-bunga yang indah tak
pernah semerbak lagi seperti dulu
Udara segar yang dulu ada
kini tak pernah lagi kurasakan

Download lagunya disini

Tapi Mending beli CD/Kaset aslinya

Mamalia terlangka dibumi,ternyata tinggal di Jawa




Badak jawa atau Badak bercula-satu kecil (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masuk ke genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak ini memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Badak ini lebih kecil daripada badak india dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya.

Badak ini pernah menjadi salah satu badak di Asia yang paling banyak menyebar. Meski disebut "badak jawa", binatang ini tidak terbatas hidup diPulau Jawa saja, tapi di seluruh Nusantara, sepanjang Asia Tenggara dan di India serta Tiongkok. Spesies ini kini statusnya sangat kritis, dengan hanya sedikit populasi yang ditemukan di alam bebas, dan tidak ada di kebun binatang. Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka di bumi.[4] Populasi 40-50 badak hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Jawa, Indonesia. Populasi badak Jawa di alam bebas lainnya berada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam dengan perkiraan populasi tidak lebih dari delapan pada tahun 2007. Berkurangnya populasi badak jawa diakibatkan oleh perburuan untuk diambil culanya, yang sangat berharga pada pengobatan tradisional Tiongkok, dengan harga sebesar $30.000 per kilogram di pasar gelap.[4] Berkurangnya populasi badak ini juga disebabkan oleh kehilangan habitat, yang terutama diakibatkan oleh perang, seperti perang Vietnam di Asia Tenggara juga menyebabkan berkurangnya populasi badak Jawa dan menghalangi pemulihan.[5]Tempat yang tersisa hanya berada di dua daerah yang dilindungi, tetapi badak jawa masih berada pada risiko diburu, peka terhadap penyakit dan menciutnya keragaman genetik menyebabkannya terganggu dalam berkembangbiak. WWF Indonesia mengusahakan untuk mengembangkan kedua bagi badak jawa karena jika terjadi serangan penyakit atau bencana alam seperti tsunami, letusan gunung berapi Krakatau dangempa bumi, populasi badak jawa akan langsung punah.[6] Selain itu, karena invasi langkap (arenga) dan kompetisi dengan banteng untuk ruang dan sumber, maka populasinya semakin terdesak.[6] Kawasan yang diidentifikasikan aman dan relatif dekat adalah Taman Nasional Halimun diGunung Salak, Jawa Barat yang pernah menjadi habitat badak Jawa.[6]

Badak jawa dapat hidup selama 30-45 tahun di alam bebas. Badak ini hidup di hutan hujan dataran rendah, padang rumput basah dan daerah daratan banjir besar. Badak jawa kebanyakan bersifat tenang, kecuali untuk masa kenal-mengenal dan membesarkan anak, walaupun suatu kelompok kadang-kadang dapat berkumpul di dekat kubangan dan tempat mendapatkan mineral. Badak dewasa tidak memiliki hewan pemangsa sebagai musuh. Badak jawa biasanya menghindari manusia, tetapi akan menyerang manusia jika merasa diganggu. Peneliti dan pelindung alam jarang meneliti binatang itu secara langsung karena kelangkaan mereka dan adanya bahaya mengganggu sebuah spesies terancam. Peneliti menggunakan kamera dan sampel kotoran untuk mengukur kesehatan dan tingkah laku mereka. Badak Jawa lebih sedikit dipelajari daripada spesies badak lainnya.


Sifat Si Pemalu yang Langka

Badak jawa adalah binatang tenang dengan pengecualian ketika mereka berkembang biak dan apabila seekor inang mengasuh anaknya. Mereka kadang-kadang akan berkerumun pada kelompok kecil di tempat mencari mineral dan kubangan lumpur. Berkubang di lumpur adalah sifat umum semua badak; aktivitas itu membuat mereka dapat menjaga suhu tubuh dan membantu mencegah penyakit dan parasit. Badak jawa tidak menggali kubangan lumpurnya sendiri dan lebih suka menggunakan kubangan binatang lainnya atau lubang yang muncul secara alami, yang akan menggunakan culanya untuk memperbesar. Tempat mencari mineral juga sangat penting karena nutrisi untuk badak diterima dari garam. Wilayahi jantan lebih besar dibandingkan betina dengan besar wilayah jantan 12–20 km² dan wilayah betina yang diperkirakan 3–14 km². Wilayah jantan lebih besar daripada wilayah wanita. Tidak diketahui apakah terdapat pertempuran teritorial.

Jantan menandai wilayah mereka dengan tumpukan kotoran dan percikan urin. Goresan yang dibuat oleh kaki di tanah dan gulungan pohon muda juga digunakan untuk komunikasi. Anggota spesies badak lainnya memiliki kebiasaan khas membuang air besar pada tumpukan kotoran badak besar dan lalu menggoreskan kaki belakangnya pada kotoran. Badak Sumatra dan Jawa ketika buang air besar di tumpukan, tidak melakukan goresan. Adaptasi sifat ini diketahui secara ekologi; di hutan hujan Jawa dan Sumatera, metode ini mungkin tidak berguna untuk menyebar bau.

Badak jawa memiliki lebih sedikit suara daripada badak sumatra; sangat sedikit suara badak jawa yang diketahui. Badak Jawa dewasa tidak memiliki musuh alami selain manusia. Spesies ini, terutama sekali di Vietnam, adalah spesies yang melarikan diri ke hutan ketika manusia mendekat sehingga sulit untuk meneliti badak. Ketika manusia terlalu dekat dengan badak jawa, badak itu akan menjadi agresif dan akan menyerang, menikam dengan gigi serinya di rahang bawah sementara menikam keatas dengan kepalanya. Sifat anti-sosialnya mungkin merupakan adaptasi tekanan populasi; bukti sejarah mengusulkan bahwa spesies ini pernah lebih berkelompok.

Sumber: wikipedia

Minggu, 15 Mei 2011

INDONESIA akan lebih baik tanpa PLTN !!




Indonesia akan lebih baik tanpa PLTN. Rencana pembangunan PLTN di Indonesia adalah khayalan yg berbahaya,mahal dan ketinggalan zaman. Yang sudah seharusnya tidak di gunakan oleh Negara di belahan manapun. Langkah nyata yang harus di lakukan Indonesia saat ini adalah menghapus PLTN dari kebijakan energy nasional.(greenpeace)


Sisi buruk PLTN bagi negara Berkembang

Bagi sebagian negara berkembang, teknologi nuklir seolah menjadi hal yang menjanjikan, baik sebagai solusi pemenuhan kebutuhan energi maupun sebagai simbol penguasaan teknologi. Sayangnya, anggapan ini tidak selalu benar. Berikut ini adalah cerita pengalaman beberapa negara berkembang yang susungguhnya dalam membangun PLTN.

Brazil

Brazil memiliki dua reaktor PLTN Angra I dan II. Angra I (berkapasitas 600 MW) selesai dibangun pada tahun 1982 dan mulai beroperasi satu tahun kemudian dengan teknologi yang dibeli dari Westinghouse – Amerika Serikat (sekarang Toshiba), namun pembelian ini tidak termasuk transfer teknologi reaktor yang sensistif. Pembangunannya sendiri membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Dalam pengoperasiannya Brazil justeru menjadi sangat tergantung terhadap Amerika Serikat dalam pengadaan bahan bakar uranium. Disamping itu, PLTN yang menghabiskan biaya hingga 2 milyar dollar ini dinilai oleh para ahli sangat tidak cost effective. Antara tahun 1985 s.d. 1993 PLTN beberapa kali berhenti beroperasi karena masalah teknis dan permasalahan hukum. Hal ini menyebabkan perusahaan negara yang mengelola PLTN tersebut menderita kerugian hingga mencapai 100 juta dollar. Angka kerugian itu hanya mencakup kerugian akibat biaya operasional. Bahkan direncanakan PLTN tersebut akan segera berhenti beroperasi pada tahun 2009 dengan biaya dekomisioning diperkirakan sebesar 200 juta dollar.

Belajar dari kegagalan transfer teknologi pada Angra I, maka pada proyek Angra II (berkapasitas 1.270 MW) Brazil memilih kerjasama dengan Kraftwerk Union AG (KWU) – Jerman, dalam pembangunan reaktor. Namun pembangunan reaktor kedua ini baru selesai tahun 2001, atau membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun, serta menghabiskan biaya hingga 10 milyar dollar., Brazil masih berambisi meneruskan proyek pembangunan nuklirnya dengan mendirikan PLTN yang ketiga, Angra III, pada tahun 1984. Setelah menelan tambahan biaya sebesar 1.8 milyar dollar dari biaya semula, hingga saat ini belum jelas kapan proyek Angra III tersebut akan selesai.

Filipina

Filipina merupakan negara yang memiliki pengalaman paling pahit diantara negara-negara berkembang yang mencoba mengembangkan PLTN. Filipina mulai membangun PLTN pada tahun 1976 dan selesai pada tahun 1984. PLTN dengan kapasitas 621 MW tersebut menelan biaya hingga 2,3 milyar dollar. Namun dalam perkembangannya PLTN tersebut tidak bernah beroperasi. Keputusan ini diambil setelah diketahui bahwa PLTN tersebut teletak tidak jauh dari Gunung Pinatubo. Pada saat PLTN tersebut dibangun, Gunung Pinatubo dinyatakan sebagai gunung yang sudah tidak aktif. Kewajiban pengembalian pinjaman biaya investasi pembangunan PLTN tersebut pada akhirnya menjadi beban hutang yang mencapai 20% dari total beban hutang luar negeri negara tersebut.

Meksiko

Meksiko memulai pembangunan fasilitas nuklir di Laguna Verde pada tahun 1969 dan memakan waktu 30 tahun. Saat ini pemerintah Mexico sedang mempertimbangkan penghentian operasi PLTN Laguna Verde yang selama ini baru memberikan kontribusi listrik sebesar 3,2% dari kebutuhan listrik negara tersebut, namun di sisi lain telah menalan biaya yang setara dengan 6,3% asset Comision Federal de Electricidad (CFE), perusahaan listrik milik negara Mexico.

Pengalaman sejumlah negara tersebut membuktikan bahwa kisah indah tentang negara berkembang yang memanfaatkan PLTN tidak selamanya benar, kalau tidak boleh dikatakan sesungguhnya lebih banyak pengalaman buruk yang jarang terungkap.


Tidak membangun PLTN bukan berarti Indonesia ketinggalan teknologi. Tetapi menyelamatkan bangsa dari bencana dan medorong energi bersih dan aman.(greenpeace)


Sumber

http://www.alpensteel.com

Referensi:

Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Country of Nuclear Strategic Concern – Brazil country profile. Maret 2006.

Eugenio Fernández-Vázquez dan Juan Pablo Pardo-Guerra. Latin America Rethinks Nuclear Energy. International Relations Sener (IRC). 12 September 2005.

Karl Wilson. Philippines: Bataan nuclear plant costs $155,000 a day but no power. Energy Bulletin. 30 Juni 2004.

Eugenio Fernández-Vázquez dan Juan Pablo Pardo-Guerra. Latin America Rethinks Nuclear Energy. International Relations Sener (IRC). 12 September 2005.



Jumat, 13 Mei 2011

Alamku udah,,Enggak perawan lagii,


Awal dengernya pas lagi nonton video tentang kerusakan Alam, disalah satu TV swasta,,dari suara vocalisnya yang khas( rada-rada mirip gw hehhehehe) udah tw ini suara KAKA..
lagu ini asik banget Slow tapi dalem banget makna liriknya...

SLANK - Nggak Perawan Lagi

Berenang ditepi pantai ..banyak minyak, sampah dan kotoran ..
Aku nyebur menerjang ombak, bikin lengket badan dan rambut ..
Lepas kail tepi sungaai ..air-nya coklat dan berbusa ..
Nggak ada ikan yang nyangkut .. bikin gaatel kulit dan bau ...

Lautku ‘nggak biru2’ lagi
Sungaiku ‘nggak jernih2’ lagi
Alamku ‘nggak bagus2’ lagi
Alamku ‘nggak prawan2’ lagi

Lereng dan pegunungan ..penuh lapangan golf dan villa..
Nggak ada yang nahan air.. bikin banjir kota-kota
Lihat hutan daari pesawat..mana solusi Indonesia ..?
Imagiku hutan rimba yang ada botak dan tandus ..

Gunungku ‘nggak hijau2’ lagi
Hutanku’nggak lebat2’ lagi
Alamku’nggak bagus2’ lagi
Aalamku ‘nggak prawan2’ lagi

kalo mau Download klik disini

Tapi mending beli Album aslinya

Perjalanan selanjutnya. Explorasi Gunung Prahu...


perjalananku selanjutnya ke Gunung Prahu 2565 mdpl (Dieng) ,,dalam rangka Explorasi Divisi Gunung Hutan,,tanggal 10,11,dan 12 Mei,,nanti aku posting perlengkapan apa aja yang aku bawa.
sementara ini profil dari gunung Prahu dulu,, nih infonya yang aku ambil dari wikipedia.

Gunung Prahu adalah sebuah gunung yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng tepat di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berada di koordinat 7° 11′ 13″ LS, 109° 55′ 22″ BT.

Gunung yang merupakan salah satu puncak di Dataran Tinggi Dieng selain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun-amun, dan Gunung Juranggrawah ini memiliki ketinggian 2.565 meter di atas paras laut.

Gunung ini memiliki kawasan hutan yang masih asri dan terjaga. Di dalamnya terdapat berbagai tumbuhan seperti Kantong Semar, aneka tumbuhan paku dan satwa. Sedangkan di sisi Kabupaten Wonosobo, terdapat berbagai peninggalan sejarah berupa candi.


kenapa ini??

Postinganku dan semua aktifitas blog selama 3 hari ini kenapa hilang semua,,,,wuaaaaaaaaaaaa

Artikel Populer